Tuesday, May 12, 2015

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Definisi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Organisasi: Perkumpulan, perhimpunan
(Leonardo D, Marsam, M. Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 194, Surabaya: CV Karya Utama.)

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan

Definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli
·         Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·         Menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
·         Menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Dasar Pengambilan Keputusan

Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu:

1. Intuisi
Intuisi: Pengertian atau perasaan yang dibawa sejak lahir.
(Leonardo D, Marsam, M. Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 113, Surabaya: CV Karya Utama.)

Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.

2. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.

3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.

4. Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

5. Logika/Rasional
Logika: Menurut pemikiran yang benar.
(Leonardo D, Marsam, M. Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 165, Surabaya: CV Karya Utama.)

Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
·         Kejelasan masalah
·         Orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai.
·         Pengetahuan alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
·         Preferensi yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai criteria.
·         Hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal.




Jenis – Jenis Keputusan Organisasi
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu:
·         Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
·         Keputusan tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut: 
1.      Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
2.      Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
3.      Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain.
4.      Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan.
5.      Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik.
6.      Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama.
7.      Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik.
8.      Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul.
9.      Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.

Faktor Lain Yang Juga Ikut Mempengaruhi Pengambilan Keputusan.
1.    Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.

2.    Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjektif.

3.    Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.

4.    Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.

5.    Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.

6.    Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu. 



Implikasi Manajerial

 Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial. Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan itu berada.


Fariz Fahrizal 
   - 2KA03 - 
   13113262



Sumber:
Dikutip tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
Dikutip tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
Dikutip tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
http://strawberrycupcup.blogspot.com/2013/05/jenis-jenis-keputusan-organisasi.html (Dewi K) 
Dikutip tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
Dikutip tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB

Thursday, April 9, 2015

Kepemimpinan

Kepemimpinan

A.    Arti penting kepemimpinan.
Definisi Kepemimpinan menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Kepemimpinan menurut Young (dalam Kartono, 2003) lebih terarah dan terperinci dari definisi sebelumnya. Menurutnya kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan ialah suatu kemampuan untuk mengajak atau mempengaruhi untuk melakukan suatu perbuatan berdasarkan factor yang ingin dicapai secara serempak.

B.     Tipologi Kepemimpinan.
Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian, 1997).
1. Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2. Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3. Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
4. Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
5. Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

C.     Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Davis menyimpulkan ada empat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam organisasi, yaitu:
• Kecerdasan: seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para anggotanya • Kematangan dan keluasan sosial(Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang ckup matang
• Motivasi dalam dan dorongan prestasi (Inner motivation and achievement drives): dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan
• Hubungan manusiawi: pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling mempengaruhi.

D.    Impilikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi.
Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini terjalin apabila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.


Fariz Fahrizal 
   - 2KA03 - 
   13113262













Sumber:
*Dikutip pada tanggal: 09/04/2015
*Dikutip pada waktu  : 16:37:35 WIB

John Adair, “Cara Menumbuhkan Pemimpin”, Gramedia Pustaka Utama, 9792234276, 9789792234275.
Perilaku Organisasi 2(ed. 12) HVS, “Perilaku Organisasi 2 (ed. 12) HVS”, Penerbit Salemba, 9796914603, 9789796914609.

https://ipanwicaksono.wordpress.com/tag/tipologi-kepemimpinan/

Sunday, March 8, 2015

Peran Komunikasi Dalam Organisasi

Fariz Fahrizal - 2KA03 - 13113262
Teori Organisasi Umum 2

Komunikasi
Komunikasi : Hubungan (Leonardo D, Marsam, M. Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 150, Surabaya: CV Karya Utama.)

Pengertian Komunikasi

Sosial : Mengenai Masyarakat (Leonardo D, Marsam, M. Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 238, Surabaya: CV Karya Utama.)

Pengertian komunikasi ialah interaksi antar 2 mahluk hidup atau lebih. Ditujukan untuk saling memahami antar satu sama lain. Karena komunikasi ialah aspek penting dalam kehidupan ini. Jika tidak ada komunikasi, manusia akan sulit untuk hidup. Manusia ialah mahluk social, maka dari itu komunikasi sangat diperlukan. Manusia tidak bisa hidup sendiri, pada hakekatnya manusia itu hidup saling tolong menolong dan agar tercapai aspek itu diperlukanlah interaksi komunikasi yang baik. Dalam organisasi sangat diperlukan adanya komunikasi untuk menjelaskan tujuan atau pandangan hidup organisasi tersebut secara baik.
Proses Komunikasi

Proses komunikasi diperlukan pelaku yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan melalui interaksi yang baik. Dan adanya timbal balik antar komunikasi yang interaktif atau menanggapi secara jelas tujuan yang akan disampaikan.

Jenis – jenis komunikasi

(Khusnia, Arti Penting Komunikasi, https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu-komunikasi/arti-penting-komunikasi/ , 18:58:11 GMT +07:00, Western Indonesia Time, 08 Maret 2015.)

1.      Komunikasi Intrapribadi.
  Komunikasi intrapribadi adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri komunikator atau lazim            disebut komunikasi dengan diri sendiri.

2.      Komunikasi Antarpribadi.
  Komunikasi antarpribadi dapat terjadi dalam kon-teks satu komunikator dengan satu komunikan    (komunikasi diadik: dua orang) atau satu komunikator dengan dua komunikan (komunikasi triadik:     tiga orang).

3.      Komunikasi Kelompok.
  Pelaku komunikasi lebih dari tiga orang, cenderung dianggap komunikasi kelompok kecil atau lazim   disebut komunikasi kelompok saja. 

4.      Komunikasi Dalam Organisasi.
  Komunikasi organisasi terjadi di dalam organisasi maupun antarorganisasi, bersifat formal maupun     informal. Semakin formal sifatnya, semakin terstruktur pesan yang disampaikan.

5.      Komunikasi Massa.
  Komunikasi massa melibatkan jumlah komunikan yang banyak, tersebar dalam area geografis yang   luas, namun punya perhatian dan minat terhadap isu yang sama.

6.      Komunikasi Antar Budaya.
  Komunikasi antarbudaya terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan     oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain.



Komunikasi Efektif
Komunikasi yang dimaksud ialah komunikasi yang menimbulkan pengertian atau saling memahami apa yang dibahas antar mahluk social melalui bahasa yang dapat saling dimengerti oleh kedua belah pihak atau lebih.

Implikasi Manajerial

Managerial: Yang berhubungan dengan kepemimpinan / pengelolaan.
(Echols, J.M. dan Shadily, H. (1976). Kamus Inggris Indonesia - halaman 372, Jakarta: PT Gramedia.)

(Heriyanto, Implikasi Manajerial, http://herisllubers.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html , 19:16:07 GMT +07:00, Western Indonesia Time, 08 Maret 2015.)

Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial. struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.

Daftar Pustaka: 
(Leonardo D, Marsam, M. Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 150, Surabaya: CV Karya Utama.)
(Leonardo D, Marsam, M. Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 238, Surabaya: CV Karya Utama.)
(Khusnia, Arti Penting Komunikasi, https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu-komunikasi/arti-penting-komunikasi/ 18:58:11 GMT +07:00, Western Indonesia Time, 08 Maret 2015.)
(Echols, J.M. dan Shadily, H. (1976). Kamus Inggris Indonesia - halaman 372, Jakarta: PT Gramedia.)
(Heriyanto, Implikasi Manajerial, http://herisllubers.blogspot.com/2013/05/implikasi-manajerial-implikasi.html , 19:16:07 GMT +07:00, Western Indonesia Time, 08 Maret 2015.)

Fariz Fahrizal - 2KA03 - 13113262 - Teori Organisasi Umum 2







Wednesday, January 21, 2015

Contoh Penyelesaian Masalah


Jawab:

1. Saya setuju dengan tindakan tersebut. Dengan syarat memang bekerja demi meningkatkan kualitas, bukan mementingkan suatu kelompok atau pribadi. Karena seorang manajer harus memberikan yang terbaik terhadap analisa akhir yang akan dijadikan suatu solusi yang akurat untuk memecahkan suatu masalah, ataupun mendukung kegiatan sebaik-baiknya. Dengan mengimplementasikan pikiran dari oposisi menjadikan referensi tambahan atau juga buah pikir bagi sang manajer untuk menentukan keputusan akurat, berdasarkan hasil pikiran yang kritis.


2. Untuk kesuksesan yang diraih dapat sempurna yang didapat dari hasil analisa dan keputusan yang tepat, jika semua komponen pendukung perubahan dapat bekerja sesuai yang telah direncanakan dan memang bertujuan untuk meningkatkan kualitas, bukan mementingkan kepentingan golongan ataupun pribadi.

Nama            : Fariz Fahrizal
NPM             : 13113262
Kelas           : 2KA03
Mata Kuliah     : Teori Organisasi Umum 1
Dosen           : Elvia Fardiana


Tuesday, January 6, 2015

Eloknya Parawisata Indonesia

Eloknya Parawisata Indonesia


This Image Taken by Fariz Fahrizal "Intuition & Harmony"

Indonesia, Negeri yang kaya akan alam yang indah dengan panorama yang menakjubkan. Sektor ini bisa menguntungkan bagi Negeri kita ini yaitu sektor parawisata. Semakin banyak masyarakat yang ingin sekali mengenali dan melihat kecantikan alam Indonesia. Dengan dukungan Pemerintah, parawisata Indonesia bisa terus meningkat pesat. 
Tetapi hal ini pun perlu dukungan dari masyarakat Indonesia sendiri. Seperti menjaga kebersihan di sekitar daerah parawisata dan mentaati tata tertib yang sudah diatur. Kesadaran diri, itulah kunci utama demi menjaga kelestarian alam Indonesia ini. Masih banyak alam Indonesia yang belum terjamah sepenuhnya, jika bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin, akan mendapatkan hasil positif. Kolaborasi Pemerintah dengan rakyat sangatlah penting, oleh karena itu mari sukseskan Parawisata Indonesia dengan memberikan kontribusi positif. Bangga Indonesiaku!

Pengertian Konflik, Motivasi, Proses Mempengaruhi

Pengertian Konflik

Konflik berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Jenis – Jenis Konflik

Konflik dalam individu: terjadi jika seseorang harus memilih tujuan yang saling bertentangan, atau karena tuntutan tugas yang melebihi batas kemampuannya.

Konflik antar individu: terjadi karena perbedaan kepribadian antara individu yang satu dengan individu yang lain.

Konflik antara individu dan kelompok: terjadi jika individu gagal menyesuaikan diri dengan norma - norma kelompok tempat ia bekerja.

Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama: terjadi karena masing - masing kelompok memiliki tujuan yang berbeda dan masing-masing berupaya untuk mencapainya.

Konflik antar organisasi: terjadi jika tindakan yang dilakukan oleh organisasi menimbulkan dampak negatif bagi organisasi lainnya. Misalnya, dalam perebutan sumber daya yang sama.

Konflik antar individu dalam organisasi yang berbeda: terjadi sebagai akibat sikap atau perilaku dari anggota suatu organisasi yang berdampak negatif bagi anggota organisasi yang lain.

Sumber Konflik

Sumber konflik, terdiri dari tiga ketegori, yaitu: komunikasi, struktur, dan variabel pribadi.

·     Komunikasi yang buruk, dalam arti komunikasi yang menimbulkan kesalah - pahaman antara pihak-pihak yang terlibat.

·    Struktur dalam artian yang mencakup: ukuran (kelompok), derajat spesialisasi yang diberikan kepada anggota kelompok, kejelasan jurisdiksi (wilayah kerja), kecocokan antara tujuan anggota dengan tujuan kelompok.

·   Variabel Pribadi. Sumber konflik lainnya yang potensial adalah faktor pribadi, yang meliputi: sistem nilai yang dimiliki tiap-tiap individu, karakteristik kepribadian yang menyebabkan individu memiliki keunikan (idiosyncrasies) dan berbeda dengan individu yang lain.

Strategi Penyelesaian Konflik

Ø  Menghindari konfik dapat dilakukan jika isu atau masalah yg memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang ditimbulkannya.

Ø  Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain.

Ø  Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

Ø  Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.

Pengertian Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

Teori Motivasi Menurut Ahli

1.    Abraham Maslow

Bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).

2.    Douglas Mc Gregor

Douglas McGregor menemukan teori X dan teori Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan.  Kesimpulan yang didapatkan adalah pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

Pengertian Proses Mempengaruhi & Pengambilan Keputusan

Proses Mempengaruhi, adalah suatu kegiatan untuk mempengaruhi individu ataupun kelompok baik maupun tidak baik yang mengakibatkan terjadinya perubahan sikap, perilaku serta kebiasaan terhadap indvidu maupun kelompok tersebut.

Proses Pengambilan Keputusan, adalah pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternative. Pengertian ini mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah.

Perbedaan Antara Pengaruh, Kekuasaan, dan Wewenang.

Perbedaan yang dapat dilihat berdasarkan pengertian atau definisi dari pengaruh, kekuasaan, dan wewenang.

Ø  Wewenang adalah kekuasaan yang sah untuk melaksanakan peranan sesuai dengan jabatan untuk mewujudkan harapan-harapan selaras dengan lingkungannya.

Ø  Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai sesuatu dengan cara yang diinginkan.

Ø  Pengaruh merupakan faktor yang mendorong untuk melakukan sesuatu. Faktor itu bisa datang dari dalam diri termasuk di dalamnya faktor emosi, perasaan (afeksi), cara berfikir (rasio), atau juga berasal dari luar diri kita seperti lingkungan, budaya.

Nama            : Fariz Fahrizal
NPM             : 13113262
Kelas           : 2KA03
Mata Kuliah     : Teori Organisasi Umum 1
Dosen           : Elvia Fardiana



Terima Kasih Kepada Sumber:
http://yanniyanoll.wordpress.com/2013/11/23/perbedaan-wewenang-kekuasaan-pengaruh-dan-teknik-teknik-   pengambilan-keputusan-dan-proses-pengambilan-keputusan/