Definisi
Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Organisasi: Perkumpulan,
perhimpunan
(Leonardo D, Marsam, M.
Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 194, Surabaya: CV Karya
Utama.)
Pengambilan
keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari
proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara
beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan
keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.Keputusan dibuat untuk
mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan
Definisi
Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli
·
Menurut George R. Terry pengambilan keputusan
adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih
alternatif yang ada.
·
Menurut Sondang P. Siagian pengambilan
keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif
yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan
tindakan yang paling cepat.
·
Menurut James A. F. Stoner pengambilan
keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai
cara pemecahan masalah.
Dasar
Pengambilan Keputusan
Menurut
George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan
keputusan yang dapat digunakan yaitu:
1. Intuisi
Intuisi:
Pengertian atau perasaan yang dibawa sejak lahir.
(Leonardo D, Marsam, M.
Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 113, Surabaya: CV Karya
Utama.)
Pengambilan
keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif
sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini
mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
2. Pengalaman
Pengambilan
keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis,
karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat
diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang
yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan
akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi
kini.
3. Fakta
Pengambilan
keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan
baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan
dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang
dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang
Pengambilan
keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap
bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih
rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga
memiliki kelebihan dan kekurangan.
5. Logika/Rasional
Logika:
Menurut pemikiran yang benar.
(Leonardo D, Marsam, M.
Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 165, Surabaya: CV Karya
Utama.)
Pengambilan
keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap
semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada
pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan
bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil
atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati
kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada pengambilan keputusan
secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
·
Kejelasan masalah
·
Orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan
yang ingin dicapai.
·
Pengetahuan alternatif : seluruh alternatif
diketahui jenisnya dan konsekuensinya.
·
Preferensi yang jelas : alternatif bisa
diurutkan sesuai criteria.
·
Hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik
didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal.
Jenis – Jenis Keputusan Organisasi
Jenis keputusan dalam sebuah organisasi dapat
digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil
keputusan tersebut, bagian mana organisasi harus dapat melibatkan dalam
mengambil keputusan dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut
difokuskan.
Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu:
·
Keputusan
Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang
sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk
mengendalikannya.
·
Keputusan
tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang
diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Menurut
Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan
sebagai berikut:
1.
Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud,
yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan.
2.
Setiap keputusan nantinya harus dapat
dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
3.
Setiap keputusan janganlah berorientasi pada
kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain.
5.
Pengambilan keputusan merupakan tindakan
mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik.
6.
Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan
waktu yang cukup lama.
7.
Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis
untuk mendapatkan hasil yang baik.
8.
Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar
dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul.
9.
Setiap keputusan itu merupakan tindakan
permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Faktor Lain Yang Juga Ikut Mempengaruhi Pengambilan
Keputusan.
1.
Fisik
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2. Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjektif.
3. Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4. Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6. Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2. Emosional
Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjektif.
3. Rasional
Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4. Praktikal
Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5. Interpersonal
Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6. Struktural
Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
Implikasi
Manajerial
Implikasi
manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan
kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa
implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless
Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi
atau menghapus halangan geografis artitisial. Para manajer memilih pendekatan
ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang
kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana
mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik
dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara
tersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu
organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi
manajerial di seluruh negara dimana perusahaan itu berada.
Fariz Fahrizal
- 2KA03 -
13113262
Sumber:
Dikutip
tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
https://hasanismail25.wordpress.com/2013/05/15/bab-5-dan-6-definisi-dan-dasar-pengambilan-keputusan/ (Hasan Ismail)
Dikutip
tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
Dikutip
tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
http://strawberrycupcup.blogspot.com/2013/05/jenis-jenis-keputusan-organisasi.html (Dewi K)
Dikutip tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
Dikutip tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
Dikutip
tanggal 11-Mei-2015, Sekitar pukul 12:30 – 14:00 WIB
No comments:
Post a Comment