Pengertian & Karakteristik
Kelompok
Kelompok : Golongan (Leonardo
D, Marsam, M. Surya Aditama, Y. Zulkarnain, G. Surya Alam. (1983). Kamus Praktis Bahasa Indonesia – halaman 138,
Surabaya: CV Karya Utama.)
Kelompok adalah kumpulan dari dua orang atau
lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung (interdependent) dalam
rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan satu sama lain saling
mempengaruhi (Cartwright & Zander, 1968; Lewin, 1948)
Karakteristik Kelompok
1. Terdiri
dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal
maupun non verbal.
2. Anggota
kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi
anggota suatu kelompok
3. Mempunyai
struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara
bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota
kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu
yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama
lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
Tahapan Pembuatan Kelompok
Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan
oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan
kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini
dicetuskan.
Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja
dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri
dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum
saling percaya.
Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan
ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas
isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling
terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada
beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada
tahap ini.
Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan dan
konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas.
Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka
melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
Tahap 4 – Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat
menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak
perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama
lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
Tahap 5 – Adjourning dan
Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan
kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun
ketika mereka mengalami perubahan.
Kekuatan Team Work
Team work bisa diartikan sebagai kerja tim atau
kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan
keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai misi yang sudah
disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Secara umum, untuk membangun
teamwork yang solid dibutuhkan beberapa syarat:
1.
Jangan
bersikap individualistis.
2.
Berikan
kontribusi
3.
Bersikap
fleksibel
4.
Komunikasi
5.
Komitmen
6.
Kepercayaan
dan Saling Menghargai
7.
Patuhilah
Pemimpin
Implikasi Manajerial
Managerial: Yang berhubungan dengan kepemimpinan / pengelolaan.
(Echols,
J.M. dan Shadily, H. (1976). Kamus Inggris Indonesia - halaman 372,
Jakarta: PT Gramedia.)
Implikasi
manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan
kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa
implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless
Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi
atau menghapus halangan geografis artitisial.
Fariz Fahrizal
- 2KA03 -
13113262
Sumber:
*Dikutip Tanggal
6/21/2015, Pukul: 07:25 PM (UTC +07:00)
No comments:
Post a Comment