Sunday, May 22, 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2 (Contoh Jurnal)

PEMBELAJARAN TATA CARA SHALAT KEPADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN BERBASIS APLIKASI MULTIMEDIA ANDROID





Nama: Fariz Fahrizal
Kelas: 3KA03
NPM: 13113262
Subjek: Tugas Bahasa Indonesia 2 (Jurnal)

1.      Latar Belakang
Pembelajaran edukasi untuk anak-anak sudah banyak macamnya demi membantu proses pembelajaran yang semakin interaktif. Pada anak yang menyandang tunagrahita dapat menikmati pula program edukasi seperti anak lainnya, terutama program edukasi atau aplikasi berbasis Android. Android ialah sistem operasi pada Smartphone yang dapat mendukung berbagai macam aplikasi multimedia, terlebih aplikasi untuk mendukung proses edukasi. Oleh karena itu banyak pengembang yang sudah mulai mengembangkan program edukasi untuk anak-anak agar pembelajaran semakin menyenangkan. Edukasi pada agama juga sudah banyak tersedia untuk saat ini. Karena agama ialah aspek penting dalam pembelajaran seiring tumbuh kembang anak.

2.      Perumusan Masalah
Pemanfaatan sistem operasi berbasis Android untuk program edukasi agama islam terhadap tata cara gerakan shalat untuk anak penderita tunagrahita ringan. Klasifikasi tunagrahita ringan pun ditujukan untuk penderita yang masih mampu latih. Diberikan program kuis untuk melatih pola pikir dan daya ingat anak penderita tunagrahita ringan.

3.      Tujuan Penelitian
Melihat proses seberapa besar aplikasi Android untuk pembelajaran edukasi agama islam dalam gerakan shalat untuk anak tunagrahita dapat diaplikasikan di dunia nyata secara cepat implementasinya.

4.      Hasil Penelitian
Pada aspek proses implementasi kepada anak tunagrahita, dapat dikatakan dapat membantu proses edukasi agama islam dalam gerakan shalat yang dibimbing oleh orang tua saat penggunaan aplikasi tersebut. Aspek peningkatan daya ingat pun menunjukan proses yang cukup untuk melatih pola pikir dan daya ingat anak penyandang tunagrahita ringan yang masih mampu latih. Beberapa nilai tambah menggunakan aplikasi berbasis Android ialah bagaimana cara merangsang beberapa indera terhadap anak, seperti: indera penglihatan, indera peraba, indera pendengaran. Dimana masing-masing indera dilatih untuk menekan proses motorik anak agar sesuai fungsinya. Proses penghafalan gerakan shalat dibantu dengan proses kuis interaktif, Dimana anak dilatih untuk berfikir atau mengingat secara jangka menengah untuk implementasi gerakan shalat.


No comments:

Post a Comment