PEMBELAJARAN
TATA CARA SHALAT KEPADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN BERBASIS APLIKASI MULTIMEDIA
ANDROID
Nama: Fariz Fahrizal
Kelas: 3KA03
NPM: 13113262
Subjek: Tugas Bahasa Indonesia 2 (Jurnal)
1. Latar Belakang
Pembelajaran edukasi untuk anak-anak
sudah banyak macamnya demi membantu proses pembelajaran yang semakin
interaktif. Pada anak yang menyandang tunagrahita dapat menikmati pula program
edukasi seperti anak lainnya, terutama program edukasi atau aplikasi berbasis
Android. Android ialah sistem operasi pada Smartphone yang dapat mendukung
berbagai macam aplikasi multimedia, terlebih aplikasi untuk mendukung proses
edukasi. Oleh karena itu banyak pengembang yang sudah mulai mengembangkan
program edukasi untuk anak-anak agar pembelajaran semakin menyenangkan. Edukasi
pada agama juga sudah banyak tersedia untuk saat ini. Karena agama ialah aspek
penting dalam pembelajaran seiring tumbuh kembang anak.
2.
Perumusan
Masalah
Pemanfaatan sistem operasi
berbasis Android untuk program edukasi agama islam terhadap tata cara gerakan
shalat untuk anak penderita tunagrahita ringan. Klasifikasi tunagrahita ringan
pun ditujukan untuk penderita yang masih mampu latih. Diberikan program kuis
untuk melatih pola pikir dan daya ingat anak penderita tunagrahita ringan.
3.
Tujuan
Penelitian
Melihat proses seberapa besar
aplikasi Android untuk pembelajaran edukasi agama islam dalam gerakan shalat
untuk anak tunagrahita dapat diaplikasikan di dunia nyata secara cepat
implementasinya.
4.
Hasil
Penelitian
Pada aspek proses implementasi
kepada anak tunagrahita, dapat dikatakan dapat membantu proses edukasi agama
islam dalam gerakan shalat yang dibimbing oleh orang tua saat penggunaan
aplikasi tersebut. Aspek peningkatan daya ingat pun menunjukan proses yang cukup
untuk melatih pola pikir dan daya ingat anak penyandang tunagrahita ringan yang
masih mampu latih. Beberapa nilai tambah menggunakan aplikasi berbasis Android
ialah bagaimana cara merangsang beberapa indera terhadap anak, seperti: indera
penglihatan, indera peraba, indera pendengaran. Dimana masing-masing indera
dilatih untuk menekan proses motorik anak agar sesuai fungsinya. Proses
penghafalan gerakan shalat dibantu dengan proses kuis interaktif, Dimana anak
dilatih untuk berfikir atau mengingat secara jangka menengah untuk implementasi
gerakan shalat.
No comments:
Post a Comment